Gaya Hidup Budaya

Pajangan Pohon Natal di Sepanjang El Tari: Hiburan?

oleh admin pada | 2025-12-29 10:32:45

Membagikan: Facebook | twitter | Whatsapp |


Pajangan Pohon Natal di Sepanjang El Tari: Hiburan?


Kupang,PNN- Menjelang Natal pada bulan Desember, pemandangan di berbagai tempat di Kota Kupang mulai memesona dengan berbagai ornamen Natal. Berbagai bentuk dan riasan pohon Natal dipajang di rumah-rumah hingga di halaman dan di beberapa ruas jalan umum. 
Hal ini tentu menunjukkan kesiapan masyarakat yang pada umumnya beragama Nasrani untuk menyambut Natal. Sebuah perayaan ikonik yang menjadi ciri khas dan sangat momental terutama karena berbagai ornamen hiasan yang menonjol dan identik, seperti pohon Natal, hiasan pendukung seperti rusa dan kereta kencana, salju, dan kado-kado.

Bulan Desember selain identik dengan Natal, bagi masyarakat NTT juga merupakan momen bahagia karena pada bulan ini, provinsi NTT merayakan ulang tahunnya, tepatnya pada tanggal 20 Desember.

Tahun ini, perayaan menyambut HUT ke-67 Provinsi NTT diwarnai dengan berbagai even, termasuk berbagai perlombaan seni dan lomba merias pohon Natal oleh seluruh OPD, instansi vertikal, BUMN, gereja-gereja dan lainnya. 

Lomba merias pohon Natal ini menjadi objek wisata lokal yang banyak digemari, sebab pohon Natal yang dihias dipajang pada sepanjang jalan El Tari terlihat unik, cantik dan spesial.  Hal ini tentunya menarik perhatian banyak orang. Apalagi di alun-alun rumah jabatan Gubernur sedang digelar berbagai perlombaan yang juga mendapat tempat di hati masyarakat yang minim hiburan.

Saru hal yang menarik bahwa Natal telah berlalu, HUT Provinsi NTT juga telah usai, bahkan pengumuman pemenang lomba merias pohon Natal sudah dilaksanakan, namun evoria wisata pohon Natal masih terus berlanjut. Setiap malam sepanjang jalan El Tari dipenuhi pengunjung yang sekedar menikmati suasana Natal dengan berbagai riasan pohon Natal yang unik dan spesial, juga ada yang sekadar menikmati suasana malam karena memang sedang liburan. Banyak yang bilang ini adalah hiburan paling berkesan di akhir tahun. Karena cocok buat semua usia dan gratis tentunya 

Namun akhir-akhir ini, pemandangan malam yang berkilau di setiap pohon Natal, diwarnai dengan bunyi terompet. Banyak pengunjung meniup terompet di sepanjang jalan El Tari, di setiap perhentian yang terdapat pohon Natal. Makin lama makin banyak pengunjung yang meniup terompet, dan ini menjadi peluang usaha bagi penjual terompet di Kota Kupang. Terompet ditiup pertanda bahwa kita sudah di penghujung tahun dan akan memasuki tahun yang baru. Masyarakat bergembira karena berbagai berkat, rejeki yang dperoleh selama setahun dan juga kesusahan akan berlalu dengan harapan akan datang tahun gemilang yang penuh dengan keberkahan.

Selain merupakan hiburan, bunyi terompet yang bersahutan kini mulai meresahkan. Sebab terlihat pengunjung mulai berdiri berkelompok meniupkan terompet, terutama jika ada kendaraan yang lewat, terompet serentak dibunyikan dengan irama yang tidak terirganisir, moncong terompet bahkan dengan sengaja diarahkan pada kendaraan atau orang yang lewat. Momen ini menciptakan tren baru dan akhirnya ada balas membalas tiup terompet. Jila ada yang lewat, terompet ditiup sekencang-kencangnya, maka orang yang lewat pun sudah menyiapkan terompet di mobil atau di sepeda motor dan serta merta membalas dengan tiupan yang tak kalah kencangnya. Pemandangan ini terlihat seperti lomba meniup terompet. Makin lama terlihat vibes yang berbeda dan mengarah kepada tindakan kekerasan. Suasana yang awalnya dimanfaatkan sebagai hiburan kini berangsur pudar dan beralih kepada komparasi yang kurang sehat. Masyarakat yang tujuannya pergi menikmati suasana Natal dan akhir tahun dengan nyaman, merasa resah dan terganggu, oleh bunyi terompet yang lebih terlihat seperti perang bunyi. Hiburan pohon Natal dan suasana malam syahdu yang diharapkan berubah menjadi kumpulan pesaing-pesaing terompet yang memecah gendang telinga. Malam syahdu di jalan El Tari tinggal kenangan. Kini berubah menjadi malam perang bunyi yang tak berirama dan tak nyaman didengar. Masihkan kita mau bertahan dengan kondisi ini?? 

Parade pohon Natal sepanjang japlan El Tari telah menjadi ikon kota Kupang selama bulan Desember setiap tahunnya. Jangan merusak suasana itu hanya dengan kesenangan pribadi atau sekelompok orang dengan membuat tradisi baru yang meresahkan. Mari sambut Tahun Baru dengan penuh kehangatan.(MTU)


Tinggalkan Komentar